Alfa Aphrodita’s invitation is awaiting your response

Alfa Aphrodita would like to connect on LinkedIn. How would you like to respond?

Accept: https://www.linkedin.com/e/v2?e=-ma34kf-hp14lxne-37&a=preRegInvite&tracking=eml-comm_invg-b-accept-reminder&invitationID=18423949777&sharedKey=ItR08RlF

View Alfa Aphrodita&;s profile: http://www.linkedin.com/e/v2?e=-ma34kf-hp14lxne-37&t=npv&tracking=eml-comm_invg-b-accept-reminder

You are receiving Reminder emails for pending invitations. Unsubscribe here: http://www.linkedin.com/e/v2?e=-ma34kf-hp14lxne-37&t=goo&tracking=eml-comm_mebc-f-unsub&id=20060&gid=18423949777&email=840kevaoph%40tumblr%2Ecom

Learn why we included this at the following link: http://linkedin.custhelp.com/app/answers/global/id/4788
© 2013, LinkedIn Corporation. 2029 Stierlin Ct. Mountain View, CA 94043, USA

9 months ago 1 note

Invitation to connect on LinkedIn

LinkedIn

9 months ago

For all of you, from me The Always Share Link ;) cc @tulisantulus @inialdo

1 year ago

:))) The Agency Pronunciation Guide. 

1 year ago 1 note

McCann Black Party in video (by Raden Astra)

1 year ago

Dumb Ways to Die. Good copy, great jingle, cute animation, well done PSA from McCann Melbourne.

1 year ago

First World Problems Anthem. See this if you need to put some perspective. Please.

1 year ago 1 note

Tiap rasa itu indah…

Jangan lewatkan tiap detik di dalamnya.

Kita menggenggam untuk melepaskan,

mendengarkan untuk bisa bicara.

Kita selalu punya cerita,

selalu ingin berbagi…

Jadi tersenyumlah, dan dunia akan ikut tersenyum…

Jangan takut untuk memulai kembali,

meski dengan air mata sebelum tawa,

karena hidup penuh warna…

Rayakan semua rasa,

karena hidup…itu…indah…

Jadi jangan lewatkan tiap detik di dalamnya,

dengan Smartfren Andromax di jaringan anti lelet smartfren.

1 year ago 3 notes

Kern Type, the kerning game. All art directors must play this! (link via @natalixia)

2 years ago 1 note

so true.

2 years ago 5 notes

Tentang Andung.

Kenapa manusia harus menjadi tua dan sakit?

Itu yang ada di kepala saya ketika melihat tubuh tuanya terbaring lemah dengan empat belas macam obat mengalir masuk ke dalam dirinya. Mencoba memperpanjang tiap detik umur Andung di dunia fana.

Menyentuhnya pun saya tidak bisa karena pengunjung ICU cuma bisa melihat dari balik kaca.

Terakhir saya menyentuh Andung minggu lalu ketika ia masih diopname di kamar di RSHS. Ada kemarahan di matanya ketika saya menggenggam tangannya yang berkeriput dan terikat di tempat tidur. Mata itu seolah bertanya kenapa saya dipasung seperti ini?

Ingin saya menjelaskan pada beliau bahwa tangannya diikat supaya dia tidak mencabut selang NGT yang masuk ke hidungnya supaya ada nutrisi yang ia konsumsin semenjak Andung menolak makan. Tapi kata-kata itu tidak bisa keluar dan yang bisa saya lakukan cuma mengelus tangannya. Tangan yang dulu handal membuat kue coklat dan jus tomat kesukaan saya. Tangan yang tegas menghukum saya di kala saya bandel. Tangan yang kuat namun lembut yang sudah berhasil membesarkan delapan orang anak termasuk ibu saya…

Andung menghembuskan nafas terakhirnya di hari Minggu tanggal 9 september pukul 3 sore. Di saat terakhirnya ia sempat menyaksikan anak-anaknya berjabat tangan saling memaafkan cerita dendam masa lalu. Baru ia menutup mata dengan tenang, bebas dari semua rasa sakit di dunia fana.

Saat itu, ibu saya yang justru paling dekat dengan beliau tidak bisa berada di sana karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Ketika saya menyampaikan kabar dari Uak Didi bahwa andung sudah berpulang, ibu yang lagi terbaring di tempat tidur menitikan air mata dan berkata “Iya, Ibu sudah lepas beliau tadi dengan doa…”

Tapi ibu saya yang tabah itu pun menangis tersedu-sedu ketika kami menunggu jenazah andung datang di cipaku. Di kamar andung sudah tersedia tempat tidur rumah sakit yang tadinya rencananya untuk dipakai beliau kalau sudah pulang dari rumah sakit…

Manusia memang cuma bisa berencana ya…

Andung dimakamkan pada hari senin tanggal 10 september di TPU cikutra, di lubang yang sama dengan kakek kami yang berpulang 29 tahun yang lalu, seperti yang beliau minta di surat wasiatnya.

Uak Didi, anak nomer dua Andung, anak laki-laki tertua di keluarga yang memberi beberapa patah kata saat itu. Uak saya yang biasanya selalu penuh canda itu tak bisa menahan tangisnya ketika berbicara. Itulah pertama kalinya saya melihat uak saya menangis. Ibu saya yang memaksakan diri untuk ikut sampai pemakaman duduk di atas sebuah nisan, melihat ketika andung diturunkan ke dalam tanah, kembali bersatu dengan suaminya tercinta.

Kenyataan bahwa andung adalah lem pengikat keluarga ini terasa ketika kami kembali ke cipaku dan dengan cepat satu persatu anaknya pergi kecuali ibu saya. Andung sudah tidak ada di sini, dan cipaku permai nomer 10 terasa kosong. Cuma sebuah memento yang menyimpan kenangan tentang andung dan 90 tahun hidupnya di dunia.

Kenapa manusia harus jadi tua dan sakit?

Saya tidak ingin mengingat andung sebagai orang tua senile yang lemah. Saya akan mengingat andung sebagai wanita cantik yang kuat sekaligus lembut. Suka tertawa bila bercanda. Galak tapi amatlah baik hatinya.

Dan wanita cantik itu kini lagi bahagia karena bertemu kembali dengan suaminya tercinta.

Saya akan menutup tulisan ini dengan kata-kata andung pada saya tiap malam dulu waktu saya tinggal dengan beliau di malang…

"Good night…sleep tight…"

2 years ago

Fallen Princesses. It’s not happily ever after.

2 years ago